Pusat Sepatu di Jalan Mataram, Kawasan Khusus Imelda Marcos 28/11/2006 10:24
Potensi pasar di Jogja beberapa tahun terakhir ini tampaknya berkembang dengan cukup pesat. Didirikannya berbagai macam pusat perbelanjaan merupakan indikator adanya peningkatan jumlah konsumsi oleh masyarakat Jogja. Setelah menjamurnya butik di daerah Jl. Gejayan, Jl. Kaliurang, dan Babarsari yang pada umumnya menawarkan koleksi busana wanita, kali ini kita menjelajah Jl. Mataram tepat di belakang hotel Inna Garuda yang juga telah berkembang menjadi pusat belanja. Menariknya, di kawasan ini terdapat sekitar delapan belas kios yang berjejer rapi dan menjual beragam koleksi alas kaki.
Dirintis sejak tahun 2003, beberapa kios sederhana sejak awal memang didirikan dan mengkhususkan diri berdagang alas kaki, semacam sandal dan sepatu. Hingga kini kawasan ini menjadi semakin ramai saja, jika dahulu koleksi sepatu dan sandal wanita mendominasi display kios, sekarang bermacam sepatu olahraga hingga koleksi untuk anak-anak pun terdapat di sini.
Beragam model sandal dan sepatu tersebut dipajang dengan cukup rapi, sehingga memudahkan pengunjung untuk memilih model yang diinginkan. Rata-rata dengan harga Rp 30.000,- kita sudah mendapatkan sepasang sandal atau sepatu wanita dengan model terbaru. Al Haris, salah satu pemilik kios sepatu, menyatakan tiap dua minggu sekali di kiosnya selalu datang model terbaru, bahkan terdapat beberapa koleksi sepatu yang dia rancang dengan brand tersendiri khusus untuk kiosnya, tentu saja dengan harga dan kualitas yang berbeda. "Beberapa sepatu buatan saya sengaja saya rancang untuk wanita bekerja, karena sepatu kantor memang paling banyak diminati oleh konsumen," jelasnya.
Untuk masalah harga, kawasan ini memang termasuk murah meriah. Harga dipatok antara Rp 20.000,- sampai dengan Rp 80.000,- untuk satu pasang sandal atau sepatu, bahkan kita bisa mendapatkan sepasang sneakers hanya dengan Rp 40.000,- saja. Walau memang terdapat beberapa koleksi yang tidak mampu bertahan lama dan tidak nyaman dipakai, bagaimanapun harga turut pula menentukan. Namun jika kita memang miss fashionable yang memiliki prinsip segala sesuatunya harus senada, maka kawasan ini dapat menjadi alternatif belanja yang tepat, karena tidak akan menguras kantong terutama bagi kalangan mahasiswa. Jika biasanya dengan Rp 100.000,- kita hanya mendapatkan sepasang sepatu saja maka di sini kita dapat memilih tiga model sepatu sekaligus. Cukup hemat bukan?
Selepas maghrib atau musim liburan sekolah kawasan ini dipenuhi oleh pengunjung yang menghabiskan waktu dengan berbelanja atau sekedar cuci mata. Dalam sehari rata-rata setiap kios mampu menjual dua puluh hingga enam puluh pasang sepatu tiap harinya. Walaupun harga yang ditawarkan relatif murah, tapi jangan pernah lupa untuk menawar, karena pada umumnya setiap barang dinaikkan terlebih dahulu. Ini dilakukan untuk mengantisipasi para konsumen agar tidak menawar harga terlalu rendah.
Berada di kawasan ini seolah mengingatkan kita akan Imelda Marcos, mantan Ibu Negara Filipina yang gemar mengoleksi beragam model alas kaki, khususnya sepatu. Bahkan koleksi sepatunya yang mencapai ribuan pasang tersebut kini dipamerkan di salah satu Museum di Filipina. Jadi, gunakan trik menawar terbaik Anda dan siapkan diri Anda untuk menjadi the next Imelda Marcos di Indonesia. (dee) |