Jogjakarta Fashion Tendance 2010: Beyond Time 18/11/2009 23:09
Sebagai salah satu kota potensial di bidang kreatif Jogjakarta telah banyak melahirkan para seniman handal di bidangnya. Mulai dari seni rupa, musik hingga panggung teater. Sebut saja Affandi, Didik Nini Thowok, Butet Kertaradjasa, hingga band pop Sheila on 7. Salah satu potensi kreatif yang hadir di kota ini adalah fashion. Geliat fashion di Jogja pun semakin ramai dengan gelaran tahunan, salah satunya Jogjakarta Fashion Tendance 2010.
Menghadiri Jogjakarta Fashion Tendance 2010, gemerlap batik, tenun, dan kain nusantara mendominasi karya 14 desainer yang tampil malam itu. Tak salah jika dalam press conference yang digelar pagi harinya disebutkan jika para desainer akan banyak melibatkan batik dalam karya-karya mereka. Material semacam sutra, chiffon, katun, dan kasmir pun menjadi pilihan yang memberikan kesan mewah.
Mengusung tema Beyond Time peragaan busana gelaran APPMI ini dihadiri oleh sekitar 200 orang undangan bagi kalangan terbatas. Lia Mustafa, ketua panitia, menyebutkan jika “Beyond Time” secara fleksibel diterjemahkan sesuai dengan imajinasi masing-masing desainer. “Realisasi Beyond Time dikembalikan kepada para desainer. Bagaimana mereka menerjemahkannya kedalam karya-karya yang akan ditampilkan,” tuturnya. Beyond Time sendiri menyertakan empat unsur utama yakni kenyamanan, instan, mudah diaplikasikan sehari-hari (attainability), dan lintas budaya (cross culture).
Simak saja karya Ninik Darmawan yang terinspirasi oleh timbulnya berbagai bencana yang menimpa Indonesia. ‘My Green Dream’ dituangkan melalui warna-warna alam dengan material katun dan sutera. Tak cukup sampai disitu Ninik pun menerapkan proses produksi yang ramah lingkungan. Dan hasilnya adalah sebuah karya mampu memenuhi konsep hijau yang diimpikan. Atau Afif Syakur yang mengomentari gaya hidup instan, penuh polusi, dan kurang sehat bagi masyarakat perkotaan. Warna-warna kalem yang pucat dan terlihat ‘kurang sehat’ menjadi penegas bagi tema PALE yang ia usung.
Selain Ninik Darmawan dan Afif Syakur, turut pula mewarnai peragaan busana ini yakni Dewi Syifa, Dina Isfandiary, Alma Riva, Hj. Mia Kurniasih (Mia Ridwan), Dandy T Hidayat, Indraty Setyawan, Wiwin Fitriana, Kristiana Noviantari, Lia Mustafa, Drs. Amin Hendra Wijaya, Nita Azhar, dan Michael. (dit) |