Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

jogja dan semua tentang yogyakarta Halaman Utama | Profil | Kontak
Search :
  Beriklan | Peta Situs
jogja dan semua tentang yogyakarta
jogja dan semua tentang yogyakarta
Jelajah Trulyjogja.com
Wisata  
Wisata kuliner  
Oleh - oleh  
Sosial Budaya  
Universitaria  
Komunitas  
Berita dan Hiburan  
Everyday Life  
Transportasi  
Agenda  
Luar Jogja  
Kolom Komunitas  
Info Extra  
Indie Corner  
Akomodasi  
Media  
Layanan Publik  
Peta Jogja  
Iklan  
Photogallery  
Zodiak  
Forum  
Tips  
 
Index Berita  
 



Layanan Publik
 RS Sarjito 0274 - 587333 
 Polsekta Wirobrajan 0274 - 374832 
 Polsekta Umbul Harjo 0274 - 373916 
 Polsek Depok, Sleman 0274 - 566488 
 RS PKU Muhammadiyah YK 0274 - 512653 
 RS Panti Rapih 0274 - 563333 
 RS Mata Dr.Yap 0274 - 562054 
 RS Bethesda 0274 - 562246 
 SAR DIY 0274 - 562 811 
 Polda DIY 0274 - 563494 
Kalender Agenda
September
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30


Agenda Rutin
Everyday Life
Orang Jawa yang Beruntung
"Kemarin pas mau ketemu klien, ban motorku ndadak bocor. Padahal udah ampir telat. Untung aja bocornya nggak jauh dari tukang tambal ban," ujar Tono.

more ]

 
 Ketika hujan dan hawa terasa dingin, Anda lebih suka menyantap...
  
  
  
  
  


 
Ungkapan Suasana Hati dalam Paduan Seni Lukis dan Origami
29/08/2006 12:05

Sebanyak 36 karya lukis yang tertuang dalam berbagai lipatan kertas terpajang rapi di Museum Affandi sejak Sabtu (26/8). Ketika memasuki ruang pameran yang sejuk alami dan berbentuk unik ini pengunjung akan langsung disambut dengan aneka bentuk lukisan, berupa garis dan goresan jarum dalam tiga warna dominan, yakni hitam, putih, dan merah. Di sudut lain, tergantung dua karya berupa tulisan Jepang yakni Kanji dan Hiragana yang mempertegas asal usul sang seniman.

Ialah Jun Sakata (57), seorang seniman asal Jepang yang merupakan keturunan ke-4 dari sebuah keluarga yang menganut Kofu, sebuah aliran seni merangkai bunga yang memberi kebebasan berkreasi. Bunga adalah suatu keindahan yang disediakan alam dan siapapun dapat mengambil serta merangkainya. Namun warnanya sudah paten dan tidak mampu bertahan lama, membuat Jun mencari cara lain untuk membuat karya yang dapat diabadikan.

Dengan tetap bertumpu pada berbagai tumbuhan yang disediakan alam, Jun yang terjun ke dunia instalasi dan lukis sejak tahun 70-an mulai mengolah pohon pisang guna dijadikan kanvas lukisannya. Lembaran yang nampak seperti kertas daur ulang itu ternyata membutuhkan proses panjang dalam pembuatannya. Mula-mula Jun mengambil batang pohon pisang dan memotongnya kecil-kecil untuk kemudian direbus. Setelah diaduk selama kurang lebih 2 jam di atas api, batang pohon yang telah hancur tersebut kemudian disaring dan dijadikan sebuah lembaran kertas dengan proses pengeringan matahari.

Setelah lembaran kertas yang ia olah sendiri tersebut selesai, mulailah Jun menuangkan perasaannya dengan membuat lipatan-lipatan tertentu dan mencorat-coretnya dengan jarum dan crypass (mirip cry-on tapi tanpa minyak). Jadi tidak mengherankan bila akhirnya muncul judul-judul lukisan seperti, Harapan, Kenangan, Kesunyian, dan Sayap, karena perasaan itulah yang ada di hatinya ketika membuat lukisan. Meski demikian lelaki asal Yokohama ini memberi kebebasan pada setiap orang untuk menafsirkan lukisannya.

Proses pembuatan yang cukup lama dan rumit membuat karya-karyanya mempunyai nilai jual yang tak murah. Satu karya yang menghabiskan sekitar 50 crypass ia hargai minimal 11 juta. Karena, selain waktu dan tingkat kerumitannya yang cukup tinggi, bahan ia gunakan pun khusus ia datangkan dari Jepang ke Ubud, tempat di mana selama kurang lebih tiga tahun ini ia membuat karyanya. Ubud ia pilih karena memberikan ketenangan dan udara yang bagus, sehingga ia mampu berkarya dengan total.

Untuk pameran pertama kalinya di Indonesia, Jun memilih museum Affandi yang ada di Jogja karena ia memang menyukai tempat yang unik ini. Pertama melihat ia langsung jatuh cinta dan berangan-angan untuk memamerkan karyanya di sini. Akhirnya berkat kerjasama dengan Rangin Sambaga ia dapat mewujudkan keinginannya dan mengadakan pameran di kota yang menurutnya mempunyai udara yang bagus dan dihuni oleh orang-orang yang ramah ini. Hasil penjualan karyanya akan ia sumbangkan bagi korban gempa 27 Mei.

Pameran ini sendiri akan berlangsung hingga 2 September. Sebelum berakhir, pada hari Jumat (1/9) akan diselenggarakan workshop merangkai bunga. Jadi bagi Anda yang penasaran dan tertarik dengan perpaduan seni lukis dan origami, sangat disayangkan bila melewatkan kesempatan ini. Setelah ini Jun berencana melakukan pameran di Bandung, Jakarta, dan Singapura. (les)

 

 
Berita Terkait :

Dan Boneka-Boneka Pun Bercerita
Ketika Warna-Warni Seni Disatukan
Tanda Tanah, Ketika Proses Adalah Segalanya
What's In Your Pocket II, Berkarya dengan Huruf dan Tanda
Pameran Lukis Experiments, Ajang Seni Seorang Guru Besar Teknik Sipil UGM
Keindahan Logam dalam Metal Expression Ahmad Nizam
Tjap Kotagede Ala Origami 2004
Wakul Ngglimpang, Refleksi Sumber Penghidupan yang Porak-Poranda
Gebyar Akhir Tahun Expo, Ajang Belanja Terakhir di 2005
Rhythm of Jogja, Melihat Jogja dari Lensa Kamera
Sewindu Beber Seni 2005, Ajang Ekspresi Bagi Seniman
Gelar Seni dan Budaya Yogyakarta, Pameran Batik dan Seni Rupa di Jakarta
Biennale Jogja VIII 2005, Saatnya Mabuk Modern Art
"Kami Juga Bisa!!!", Dunia dari Sudut Pandang Waria dan Anak Jalanan
"Matahari Terbenam", Pameran Tunggal Urban dan Street Art
Produk Cina Serbu Jogja di Cina Expo 2005
Pameran Iklan Terbaik Asia Pasifik 2005: Tanpa Indonesia
Peter Van Dongen dan Rekan Pembuat Komik Indonesia
Pameran Seni Rupa Why Not! Why Yes?
Bursa Batik 'Sekar Jagad', Batik Yang Mulai Ditinggalkan
Buah Naga di Pameran Dinas Pertanian Propinsi DIY
Harapan Baru Melalui Pameran Light of Hope For Indonesia
Jogjaku Ruwet: Nostalgia di Tengah Keruwetan
September Something vol.1: Awas September!!!
Jogja Export Expo: Dibuka Hari Ini, Diikuti 270 Stand
Karang Taruna Kumpul Bareng
Pameran Karya Kerajinan Siswa di Griya KR
 
Copyright © 2005 trulyjogja.com .
No part of this content or the data or the image or information included therein may be reproduced, republished or redistributed without the prior written permission of TrulyJogja.com

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat