Tjap Kotagede Ala Origami 2004 14/01/2006 21:10
Kotagede selalu identik dengan perak dan kiponya. Tetapi, ternyata terdapat keunikan dan kekayaan lain di kawasan timur kota Jogja ini. Kelompok Origami 2004 yang beranggotakan mahasiswa Disain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Jogja mengolah potensi kultural Kotagedhe dengan cara penyajian grafis lingkungan dengan menggelar pameran Grafis Lingkungan "Tjap Kotagede".
Ketua panitia pameran Disain Komunikasi Visual Grafis Lingkungan, Dimas Basunondo, mengatakan bahwa gelar karya ini merupakan bentuk ujian akhir semester mata kuliah Diskomvis I. Materi pameran meliputi landmark, sign system, peta lokasi, infografis, dan local color dari peninggalan Kerajaan Mataram Islam. Tjap Kotagede merupakan gelar karya 30 mahasiswa yang membagi menjadi 5 kelompok potensi kultural yaitu, kelompok kesenian tradisional, makanan tradisional, kerajinan tradisional, sejarah arsitektur dan sosial kemasyarakatan.
Pameran ini diharapkan mampu memberikan panduan informasi kepada wisatawan Kotagede dengan kemasan yang menarik. Grafis lingkungan yang ditampilkan mengacu pada desain komunikasi yang sarat visualisasi dan komunikatif. Berdasarkan informasi dari pantia, proses kreatif kelompok Origami 2004 ini memakan waktu satu semester, dan satu bulan untuk persiapan pameran. Meskipun persiapannya tergolong singkat, pameran ini mencoba menampilan landmark yang mampu menunjukkan, mewakili, menginformasikan dan berbicara tentang Kotagede. Sebuah terobosan untuk menciptakan kebanggaan dan kesadaran bagi masyarakat Kotagede sendiri dan menarik wisatawan dari dlam maupun luar negeri.
Bagi Anda yang belum pernah berkunjung ke kawasan penghasil perak Kotagede, ada baiknya bila menyempatkan diri untk melongok pameran "Tjap Kotagede", di TB. Toga Mas tanggal 12- 16 Januari 2005. Jangan lewatkan pula diskusi tanggal 16 Januari pukul 19.00 WIB dengan Sumbo Tinarbuko, pengamat Diskomvis, Noor Arif dari Pusat Dokumentasi Kotagede sebagai pembicara. (fit) |