Dan Boneka-Boneka Pun Bercerita 24/07/2006 09:52
Menolong memang bisa dengan berbagai cara. Nah, bagaimana cara para seniman menolong korban gempa khususnya anak-anak? Jawabnya akan anda temukan dengan berkunjung ke Galeri Biasa, Jl. Suryodiningratan Jogja. Di sana lukisan dan boneka karya anak-anak korban gempa berbagi cerita tentang rasa yang ada pasca bencana.
Anak-anak korban gempa menjadi perhatian banyak kalangan, tak terkecuali para seniman. Salah satunya adalah komunitas Omah Panggung yang membentuk Posko Solidaritas Omah Panggung sebagai wujud solidaritas bersama. Komunitas yang bermukim di kampung Nitiprayan Kasihan Bantul ini merupakan lingkaran kebersamaan dengan misi pemberdayaan budaya dan seni.
Pameran lukis dan boneka karya anak-anak korban gempa ini merupakan hasil pendampingan komunitas Omah Panggung yang telah dilakukan sebelumnya di 4 desa di wilayah Bantul. Keempat desa tersebut adalah Taruban Palbapang, Ngijikan Jetis, Pajimatan dan Wukirsari di Imogiri. Desa-desa tersebut menjadi sasaran aktualisasi gerakan tanggap darurat para seniman untuk merangsang, membangkitkan dan menyeimbangkan sosio-historis-kultural korban, khususnya anak-anak.
Menurut koodinator pameran Miko Malioboro, pameran ini menjadi ruang apresiasi hasil karya anak-anak gempa untuk masyarakat, tim relawan dan anak-anak itu sendiri. Pendampingan alternatif yang dilakukan komunitas Omah Panggung secara keseluruhan diantaranya menggambar, bermain, workshop boneka, apresiasi sastra dan musik. Kegiatan seni ini menjadi terapi bagi anak-anak korban gempa yang mengalami trauma. Sebelumnya posko solidaritas komunitas ini juga telah meyalurkan bantuan logistik ke sejumlah desa korban gempa.
Bila Anda tertarik untuk melongok karya seni anak-anak korban gempa yang tak kalah hebat dengan seniman ini, luangkan waktu Anda ke Galeri Biasa. Pameran dibuka pada tanggal 15 Juli 2006 pukul 19.00 WIB dan terbuka bagi masyarakat luas. (fit) |