Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

jogja dan semua tentang yogyakarta Halaman Utama | Profil | Kontak
Search :
  Beriklan | Peta Situs
jogja dan semua tentang yogyakarta
jogja dan semua tentang yogyakarta
Jelajah Trulyjogja.com
Wisata  
Wisata kuliner  
Oleh - oleh  
Sosial Budaya  
Universitaria  
Komunitas  
Berita dan Hiburan  
Everyday Life  
Transportasi  
Agenda  
Luar Jogja  
Kolom Komunitas  
Info Extra  
Indie Corner  
Akomodasi  
Media  
Layanan Publik  
Peta Jogja  
Iklan  
Photogallery  
Zodiak  
Forum  
Tips  
 
Index Berita  
 



Layanan Publik
 RS Sarjito 0274 - 587333 
 Polsekta Wirobrajan 0274 - 374832 
 Polsekta Umbul Harjo 0274 - 373916 
 Polsek Depok, Sleman 0274 - 566488 
 RS PKU Muhammadiyah YK 0274 - 512653 
 RS Panti Rapih 0274 - 563333 
 RS Mata Dr.Yap 0274 - 562054 
 RS Bethesda 0274 - 562246 
 SAR DIY 0274 - 562 811 
 Polda DIY 0274 - 563494 
Kalender Agenda
September
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30


Agenda Rutin
Everyday Life
Orang Jawa yang Beruntung
"Kemarin pas mau ketemu klien, ban motorku ndadak bocor. Padahal udah ampir telat. Untung aja bocornya nggak jauh dari tukang tambal ban," ujar Tono.

more ]

 
 Ketika hujan dan hawa terasa dingin, Anda lebih suka menyantap...
  
  
  
  
  


 
Jirak, Ibukota Sego Abang Indonesia
06/02/2007 08:12

Apa yang terlintas di pikiran Anda begitu mendengar kata Gunung Kidul? Daerah kering kerontang atau malah Didi Kempot yang legendaris? Meskipun memang terkenal karena tanahnya yang kering kerontang dan berkapur, bagi saya Gunung Kidul adalah tempat terindah di DIY. Menikmati 'musim panas' di Gunung Kidul sambil bermotor melewati jalan aspal yang mulus dan penuh tikungan tajam sambil menikmati warna-warninya yang menawan adalah salah satu pengalaman paling menyenangkan selama saya di Jogja. Hari Sabtu kemarin saya kembali ke sana dan menemukan satu lagi keajaiban Gunung Kidul yang membuat kabupaten ini menjadi semakin spesial untuk saya.

Yang spesial itu pastinya nggak jauh-jauh dari soal perut. Dan kalau bicara soal Gunung Kidul, kita pasti bicara soal sego abangnya yang sudah tenar ke mana-mana. Namun anehnya, meskipun sego abang menjadi salah satu ikon kabupaten ini, ternyata hanya sedikit tempat yang menjual makanan khas ini. Dan anehnya, banyak penduduk lokal yang nggak tahu di mana tempat yang enak untuk menyam-nyam sego abang!

Tapi trulyjogja jelas tahu tempatnya. Lokasinya berada di jalan utama yang membentang dari Kota Wonosari menuju Semanu. Sekitar 7 km dari pusat kota, sebelum jembatan, di sebelah kanan jalan, ada bangunan gedheg (geribik) berwarna biru muda. Meskipun sangat sederhana, inilah dia ibukota sego abang Indonesia. Tapi anehnya, sentral sego abang ini nggak punya nama! Papan yang ada di depan warung hanyalah billboard iklan rokok yang sama sekali tak mencantumkan identitasnya. Sangat misterius. Namun para penggemar jelas punya panggilan sayang untuk tempat ini. Mereka menyebutnya Jirak, atau nJirak kata orang Jawa, sebuah kosakata lokal yang berarti jembatan.

Ruang dalamnya lumayan luas. Saya yang datang bersama empat orang teman memilih makan sambil lesehan di atas balai-balai beralas tikar. Penataan ruang terasa akrab karena sebuah warung sego abang di Pakem yang pernah saya datangi ternyata mengkopi ambience  nJirak ini untuk tempat makannya.

Makanan segera datang. Satu cething nasi merah, sayur lombok ijo, sayur daun kates (pepaya), empal goreng, iso (usus) bacem dan wader (ikan kecil-kecil) goreng. Waktu menunjukkan pukul dua siang sementara saya belum sarapan! Jadilah ajang balas dendam bersettingkan ibukota sego abang Indonesia.

Anda mungkin tidak percaya dengan objektivitas lidah saya yang ternoda dendam kesumat karena belum sarapan. Tapi yakinlah, hidangan ndeso (kampungan ?) khas nJirak ini enaknya pol-polan! Nasi merahnya pulen, kuah sayur lombok ijonya yang banjir amatlah gurih dengan sedikit sentuhan pedas-manis yang mantap. Sayur daun katesnya juga nggak pahit dan jelas enak. Lauknya juga oke, saya paling suka wadernya yang simpel dan sangat nyambung dengan hidangan yang kampungan dan nJawani (Jawa banget) ini. Nggak enak sih mau bilang, tapi harus diakui kalau warung di Pakem kalah telak sama dedengkot sego abang ini . . . Biangnya dilawan!

Setelah puas dan tiba gilirannya mbayar, akhirnya terbukalah rahasia mengapa Sego Abang nJirak nggak terlalu populer di kalangan penduduk lokal . . . harganya metropolitan! Untuk makan lima orang, kami membayar Rp 70 ribuan, tarif yang nampaknya nggak terlalu populis buat area Wonosari dan sekitarnya. Tapi nggak papalah, abis memang enak banget! (ang)

 

 
Berita Terkait :

Mangut Welut Istimewa dari Godean, Jauh di Mata - Lekat di Lidah
Anti Fast Food ala Gudeg Wirobrajan
Battle of Sego Pecel Part 2 : SGPC Bu Wiryo Strikes Back
Battle of Sego Pecel Part 1 : Variasi Lauk Andalan SGPC Bulak Sumur
Brongkos Lezat Untuk Para Karnivora
Serbuan Tengah Malam ke Gudeg Pawon
Marhaen, Bukan Warung Makan Biasa
Brongkos Handayani, Kesederhanaan Rasa yang Menggoda
Warna-Warni Lombok Ijo Sego Abang
 
Copyright © 2005 trulyjogja.com .
No part of this content or the data or the image or information included therein may be reproduced, republished or redistributed without the prior written permission of TrulyJogja.com

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat