Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

jogja dan semua tentang yogyakarta Halaman Utama | Profil | Kontak
Search :
  Beriklan | Peta Situs
jogja dan semua tentang yogyakarta
jogja dan semua tentang yogyakarta
Jelajah Trulyjogja.com
Wisata  
Wisata kuliner  
Oleh - oleh  
Sosial Budaya  
Universitaria  
Komunitas  
Berita dan Hiburan  
Everyday Life  
Transportasi  
Agenda  
Luar Jogja  
Kolom Komunitas  
Info Extra  
Indie Corner  
Akomodasi  
Media  
Layanan Publik  
Peta Jogja  
Iklan  
Photogallery  
Zodiak  
Forum  
Tips  
 
Index Berita  
 


Layanan Publik
 RS Sarjito 0274 - 587333 
 Polsekta Wirobrajan 0274 - 374832 
 Polsekta Umbul Harjo 0274 - 373916 
 Polsek Depok, Sleman 0274 - 566488 
 RS PKU Muhammadiyah YK 0274 - 512653 
 RS Panti Rapih 0274 - 563333 
 RS Mata Dr.Yap 0274 - 562054 
 RS Bethesda 0274 - 562246 
 SAR DIY 0274 - 562 811 
 Polda DIY 0274 - 563494 
Kalender Agenda
June
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30


Agenda Rutin
Everyday Life
Orang Jawa yang Beruntung
"Kemarin pas mau ketemu klien, ban motorku ndadak bocor. Padahal udah ampir telat. Untung aja bocornya nggak jauh dari tukang tambal ban," ujar Tono.

more ]

 
 Ketika hujan dan hawa terasa dingin, Anda lebih suka menyantap...
  
  
  
  
  


 
Wayang Golek Ida Gallery, Kuno dan Langka
06/01/2007 11:20

Jika Anda memang salah satu kolektor benda seni, sudah seharusnya Anda memiliki paling tidak satu wayang sebagai koleksi. Wayang merupakan peninggalan sekaligus benda seni yang menyimpan sejarah dan budaya di masing-masing daerahnya. Memang, tak hanya Indonesia yang mempunyai wayang sebagai peninggalan sejarahnya, beberapa negara lain juga mempunyai berabagai macam wayang dengan keunikannya masing-masing.

Di Indonesia sendiri, wayang dari tiap daerah berbeda-beda bentuk dan jenisnya. Contohnya adalah wayang kulit yang lazim di Jawa Tengah dan wayang golek di Jawa Barat. Meski wayang golek berasal dari Jabar, tapi di Jogja Anda tetap bisa menemukannya. Jika Anda berniat untuk melihat-lihat atau pun mengoleksinya, berkunjunglah ke Prawirotaman.

Ida Gallery, salah satu dari deretan galeri yang berjajar di Jl. Prawirotaman, menawarkan beragam wayang golek second. Ya, memang yang ditawarkan bukan wayang golek baru. Tapi bagi kalangan tertentu, barang bekas justru mempunyai nilai tersendiri. Apalagi jika umurnya sudah tua dan mempunyai cerita sejarah, barang tersebut akan benjadi barang kuno dan langka yang tiada duanya.

Begitu pula dengan wayang golek yang ditawarkan Ida Gallery, umurnya ada yang telah mencapai puluhan tahun. Bagi yang belum mengenal wayang golek dengan baik, Anda akan menjadi lebih tahu bahwa ternyata karakter wayang golek tak hanya sekedar Si Cepot, yang dibesarkan oleh Asep Sunandar Sunarya. Beberapa tokoh ada yang kurang lebih sama dengan tokoh-tokoh di legenda-legenda Jawa dan India. Sebut saja tokoh Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong), Gatotkaca, Hanoman, Nakula, Sadewa, Arimbi, Citrasoma, citrayuda, dan Citraksi.

Ida, pemilik Ida Gallery, sudah membuka usaha menjual wayang golek second sejak tahun 1997. Ia mendapatkan wayang-wayang goleknya dari supplier di Jawa Barat, seperti Tasikmalaya dan Subang yang memang mengumpulkan wayang golek second. Diakuinya, memang pasar untuk wayang golek yang ditawarkannya, hampir seluruhnya adalah orang-orang asing. Orang-orang asing yang memang stay di Prawirotaman menjadi pasar utamanya, karena memang kebanyakan turis yang datang ke Jogja adalah untuk wisata budaya.

Wayang-wayang golek second di Ida Galerry ini ditawarkan dengan harga berkisar Rp 150.000,- ke atas, tergantung dari kualitas, jenis dan karakternya. Saat ini, wayang-wayang golek ini sudah dipasarkan hingga ke berbagai negara, seperti negara-negara di benua Eropa dan Amerika. Memang, jika hanya mengandalkan gallery, penjualan wayang tidak maksimal, oleh karena itu Ida juga menawarkannya via internet. Diakuinya lagi, penghargaan terhadap benda-benda seni seperti wayang golek ini justru kebanyakan datang dari warga asing. (opi)

 

 
Berita Terkait :

Wayang Kancil Rangkul Anak-Anak Untuk Berpartisipasi
Legenda Kancil Dalam Sebuah Pentas Wayang
Keunikan Warna dan Kreasi Wayang Kulit di Puppet Handicraft Sugeng
Wayang Sasak Meriahkan malam Terakhir Gelar Ragam Pakeliran 2006
Museum Wayang Kekayon, Masuki Dunia Pewayangan
Goro-Goro Sedot Penonton Dengan 'Jiwa yang Sakit'
Wayang Potehi, Warisan yang Pernah Hampir Mati
Mengenal Wayang Wong
Wayang Kontemporer, Bukan Wayang Biasa
Wayang Kontemporer, Alternatif Pertunjukan Masa Kini
Festival Dalang Anak, Menyemai Bibit Baru di Jagat Pewayangan
Wayang Beber, Wayang Tertua
Wayang Golek
Wayang Kulit (Purwa)
Wayang
 
Copyright © 2005 trulyjogja.com .
No part of this content or the data or the image or information included therein may be reproduced, republished or redistributed without the prior written permission of TrulyJogja.com

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat