Wayang Golek Ida Gallery, Kuno dan Langka 06/01/2007 11:20
Jika Anda memang salah satu kolektor benda seni, sudah seharusnya Anda memiliki paling tidak satu wayang sebagai koleksi. Wayang merupakan peninggalan sekaligus benda seni yang menyimpan sejarah dan budaya di masing-masing daerahnya. Memang, tak hanya Indonesia yang mempunyai wayang sebagai peninggalan sejarahnya, beberapa negara lain juga mempunyai berabagai macam wayang dengan keunikannya masing-masing.
Di Indonesia sendiri, wayang dari tiap daerah berbeda-beda bentuk dan jenisnya. Contohnya adalah wayang kulit yang lazim di Jawa Tengah dan wayang golek di Jawa Barat. Meski wayang golek berasal dari Jabar, tapi di Jogja Anda tetap bisa menemukannya. Jika Anda berniat untuk melihat-lihat atau pun mengoleksinya, berkunjunglah ke Prawirotaman.
Ida Gallery, salah satu dari deretan galeri yang berjajar di Jl. Prawirotaman, menawarkan beragam wayang golek second. Ya, memang yang ditawarkan bukan wayang golek baru. Tapi bagi kalangan tertentu, barang bekas justru mempunyai nilai tersendiri. Apalagi jika umurnya sudah tua dan mempunyai cerita sejarah, barang tersebut akan benjadi barang kuno dan langka yang tiada duanya.
Begitu pula dengan wayang golek yang ditawarkan Ida Gallery, umurnya ada yang telah mencapai puluhan tahun. Bagi yang belum mengenal wayang golek dengan baik, Anda akan menjadi lebih tahu bahwa ternyata karakter wayang golek tak hanya sekedar Si Cepot, yang dibesarkan oleh Asep Sunandar Sunarya. Beberapa tokoh ada yang kurang lebih sama dengan tokoh-tokoh di legenda-legenda Jawa dan India. Sebut saja tokoh Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong), Gatotkaca, Hanoman, Nakula, Sadewa, Arimbi, Citrasoma, citrayuda, dan Citraksi.
Ida, pemilik Ida Gallery, sudah membuka usaha menjual wayang golek second sejak tahun 1997. Ia mendapatkan wayang-wayang goleknya dari supplier di Jawa Barat, seperti Tasikmalaya dan Subang yang memang mengumpulkan wayang golek second. Diakuinya, memang pasar untuk wayang golek yang ditawarkannya, hampir seluruhnya adalah orang-orang asing. Orang-orang asing yang memang stay di Prawirotaman menjadi pasar utamanya, karena memang kebanyakan turis yang datang ke Jogja adalah untuk wisata budaya.
Wayang-wayang golek second di Ida Galerry ini ditawarkan dengan harga berkisar Rp 150.000,- ke atas, tergantung dari kualitas, jenis dan karakternya. Saat ini, wayang-wayang golek ini sudah dipasarkan hingga ke berbagai negara, seperti negara-negara di benua Eropa dan Amerika. Memang, jika hanya mengandalkan gallery, penjualan wayang tidak maksimal, oleh karena itu Ida juga menawarkannya via internet. Diakuinya lagi, penghargaan terhadap benda-benda seni seperti wayang golek ini justru kebanyakan datang dari warga asing. (opi) |