Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

jogja dan semua tentang yogyakarta Halaman Utama | Profil | Kontak
Search :
  Beriklan | Peta Situs
jogja dan semua tentang yogyakarta
jogja dan semua tentang yogyakarta
Jelajah Trulyjogja.com
Wisata  
Wisata kuliner  
Oleh - oleh  
Sosial Budaya  
Universitaria  
Komunitas  
Berita dan Hiburan  
Everyday Life  
Transportasi  
Agenda  
Luar Jogja  
Kolom Komunitas  
Info Extra  
Indie Corner  
Akomodasi  
Media  
Layanan Publik  
Peta Jogja  
Iklan  
Photogallery  
Zodiak  
Forum  
Tips  
 
Index Berita  
 


Layanan Publik
 RS Sarjito 0274 - 587333 
 Polsekta Wirobrajan 0274 - 374832 
 Polsekta Umbul Harjo 0274 - 373916 
 Polsek Depok, Sleman 0274 - 566488 
 RS PKU Muhammadiyah YK 0274 - 512653 
 RS Panti Rapih 0274 - 563333 
 RS Mata Dr.Yap 0274 - 562054 
 RS Bethesda 0274 - 562246 
 SAR DIY 0274 - 562 811 
 Polda DIY 0274 - 563494 
Kalender Agenda
May
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


Agenda Rutin
Everyday Life
Orang Jawa yang Beruntung
"Kemarin pas mau ketemu klien, ban motorku ndadak bocor. Padahal udah ampir telat. Untung aja bocornya nggak jauh dari tukang tambal ban," ujar Tono.

more ]

 
 Ketika hujan dan hawa terasa dingin, Anda lebih suka menyantap...
  
  
  
  
  


 
Sheesha, Rokok Komunal dari Turki
14/03/2007 15:50

Sekelompok mahasiswa berkumpul bersama, duduk dalam satu lingkaran meja di sebuah kafe pada malam hari. Mereka  berbicara dan tertawa renyah. Beberapa waktu kemudian, seorang waiter mengantarkan sebuah tabung besar dari kaca. Sekejap, waiter mulai menyalakan api pada bagian bawah tabung tersebut, dan beberapa waktu kemudian, mahasiswa itu saling berebut selang yang ada pada tabung  kaca itu. Lalu, secara bergantian, mereka mulai menghirup asap yang keluar dari selang melalui mulut mereka masing-masing, layaknya orang merokok. Samar-samar, tercium aroma buah kiwi di sekitar kumpulan mahasiswa tadi.
 
Ya, itulah sheesha, yang saat ini sedang menjadi primadona di beberapa kafe di Jogja. Keunikannya, sensasinya, aromanya yang segar, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang lebih-lebih adalah perokok. Sensasi unik, pilihan rasa, dan kenikmatannya inilah, yang tidak bisa ditemukan di rokok atau cerutu. Sheesha, yang berasal dari Turki, mempunyai beberapa sebutan: hookah, sheesha, huka, nargile, atau shishah. Di negri asalnya, sheesha lebih dikenal dengan sebutan hookah, konon sudah ada sejak 500 tahun yang lalu.
 
Sheesha adalah gaya merokok dengan menggunakan alat tabung dari kaca, dengan beberapa selang sebagai alat penghisap. Untuk bahannya, sheesha menggunakan tembakau yang telah diolah dengan rendaman semacam campuran atau selai buah-buahan. Aroma rasa yang ditawarkan pun sangat bervariasi. Anda tinggal pilih, ada rasa pisang, kiwi, strawberry, melon, apel, mangga, jambu, mix fruit dan lain2. juga ada aroma non buah, yaitu coklat mint, margarita, dan cola.
 
Ada 4 bagian dari alat sheesha: Agizlik, yaitu selang yang digunakan untuk menyedot sheesha. Lule, yaitu keramik yang terdapat pada bagian paling atas yang digunakan untuk menempatkan tembakau. Marpuc, yaitu tabung yang fungsinya sebagi penetralisir nikotin pada tembakau. Tabung inilah yang nantinya diisi dengan air, juice buah, atau softdrink, atau wine. Yang terakhir adalah Govde, yaitu pipa stainless yang digunakan untuk saluran asap yang dihasilkan.
 
Merokok sheesha, berawal dari gaya hidup orang-orang Turki yang dalam merokok mereka tidak pernah sendirian, selalu berkelompok. Menurut Franky Yance P, Supervisor House of Camel, sheesha masuk di Jogja, baru sekitar 1 tahun. "Mayoritas pengkonsumsi sheesha datang dari kalangan mahasiswa." Mahasiswa yang banyak datang dari luar Jogja, biasanya sudah pernah mencoba sheesha di kota asalnya, seperti Jakarta dan Bandung yang sudah lebih dulu mengenal sheesha. "Banyak juga orang yang mencoba sheesha karena melihatnya sebagai hal yang unik, dan baru di Jogja," tambah Franky. Satu porsi sheesha yang bertahan selama 1 jam, idealnya dikonsumsi oleh 4 orang saja. Sheesha membuat orang merasa haus. Seperti menikmati rokok, sheesha paling pas dinikmati dengan segelas kopi. 

Sinang, mahasiswa Teknik Arsitektur UGM, mengaku senang berkumpul dan ngobrol bersama teman-temannya sambil ditemani sheesha. Hal ini pula diakuinya sudah jadi kebiasaan sebelum mengerjakan tugas bersama teman-temannya di malam hari. Kebiasaan untuk ber-sheesha bersama ini sudah dilakukannya sekitar 6 bulanan, berawal ketika ia baru saja mencoba sheesha di Jakarta , dan baru menemukannya di Jogja.
 
Sheesha tak hanya bisa dinikmati di kafe-kafe saja. Jika Anda memang menggemari sheesha, bisa saja Anda memindahkan kenikmatannya ke rumah, tentu saja dengan membeli peralatannya terlebih dahulu. "Temanku ada yang punya peralatannya di rumah, tapi nggak tau dia beli dimana. Tapi katanya, ada kafe di Jakal yang menjual peralatan sheesha," ujar Sinang, yg paling suka sheesha rasa mint. Mengenai pilihan tempat untuk sheesha, Sinang lebih memilih tempat yang murah meriah. Agak berbeda dengan Lia, mahasiswi FMIPA Sanata Dharma. "Harga sheesha nggak masalah, yang penting mantap. Saya lebih memilih suasana kafenya," ujar Lia, yang paling suka sheesha rasa chocomint. Untuk membeli sheesha ini Lia patungan dengan beberapa orang temannya. "Mungkin sekalinya, kita bisa habis Rp 150.000,- untuk 6 orang, termasuk untuk beli minum juga, biasanya cocktail," tambahnya. 
 
Dengan Rp 40.000,- - Rp 50.000,-, Anda sudah bisa merasakan kenikmatan menyedot sheesha. Namun di beberapa tempat di Jogja, juga bisa ditemukan sheesha dengan harga jauh di bawahnya. Tapi Anda sangat bisa merasakan perbedaan yang ada antara sheesha murah dan sheesha mahal. Jika Anda memang ingin merasakan sheesha di semua tempat di Jogja, tentunya rasa dan kenikmatan yang diberikan akan berbeda. Sheesha bisa ditemukan di banyak kafe di Jogja, sebut saja House of Camel, Lor Kali, atau Awan Bengi Jakal

Untuk mendapatkan kenikmatan yang lebih, coba masukkan es batu dalam tabung sheesha, ini akan membuat aroma sheesha semakin segar. Selain itu juga bisa menambahkan wine. Serta cobalah untuk mencampur rasa tembakau yang ada. Misalnya rasa buah-buahan dicampur dengan aroma mint, maka aroma buah akan semakin segar. Selain sensasi dan kenikamatan berbeda yang ditawarkan, ada yang mempercayai sheesha bisa menyembuhkan penyakita asma, dan nikotin yang terkandung dalam sheesha pun hanya 0,01 %. (opi)

 

 
Berita Terkait :
 
Copyright © 2005 trulyjogja.com .
No part of this content or the data or the image or information included therein may be reproduced, republished or redistributed without the prior written permission of TrulyJogja.com

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat