Pameran Lukis Experiments, Ajang Seni Seorang Guru Besar Teknik Sipil UGM 20/02/2006 12:20
Jarang ada seseorang yang berprofesi di bidang teknik namun juga menekuni dunia seni lukis. Diantara para pemberani itu adalah Prof. Dr Ir Sri Harto Br Dip H, Guru Besar Teknik Sipil UGM yang menggelar pameran lukisan tunggalnya di Gedung KPTU Fakultas Teknik UGM. Dibuka dengan sambutan dari Prof Dr I Made Bandem, pameran yang berlangsung mulai tanggal 15 hingga 19 Februari 2006 ini juga termasuk dalam rangkaian kegiatan memperingati 60 tahun Pendidikan Tinggi Fakultas Teknik UGM.
Dengan bertajuk "Experiments", pameran ini menggambarkan bahwa Sri Harto sendiri masih mencoba-coba dan bereksperimen dengan lukisan-lukisannya untuk mencari karakternya sendiri. Sekitar 30 lukisan Sri Harto dipajang, sekilas saja orang bisa menebak bahwa obyek yang diangkat dalam pameran ini bertemakan lingkungan. Hutan, pantai, bunga-bungaan, suasana kota Hongkong, dan pedesaan menjadi obyek lukisan dari Sri Harto. Ketika ditanya kenapa tidak melukis manusia, Sri Harto hanya menjawab, "Manusia kan tidak boleh digambar. Lagipula saya menyukai lingkungan."
Pekerjaanya yang sekarang ini memberikan kesempatan kepadanya untuk bisa mengunjungi berbagai tempat, dan tempat-tempat tersebutlah yang kemudian ia jadikan obyek. "Apa yang saya lihat, itulah yang kemudian menjadi inspirasi obyek lukis saya," tambah Sri Harto. Dalam pameran ini Sri Harto menggandeng Dr M Dwi Marianto, seorang penulis seni dan Direktur Program
Pasca Sarjana ISI Yogyakarta untuk memberikan masukan.
Dalam pembuatan lukisannya, Sri Harto menggunakan cat minyak di atas kanvas dengan media palet dan bukannya kuas. Yang menarik dari lukisan-lukisan tersebut adalah warna-warnanya yang berani dan segar. Namun untuk lukisannya sendiri, obyek-obyek yang dilukis sebenarnya masih bisa diungkapkan lebih dalam. Mungkin ini bisa menunjukkan bahwa Sri Harto belum begitu lama menekuni bidang melukis.
Ia mengatakan bahwa ia serius menggeluti dunia lukis sejak sekitar 3 tahun yang lalu. Meski begitu, sudah sejak kecil ia akrab dengan dunia seni seperti seni tari, karawitan dan melukis. Baru di tahun 2001 Sri Harto ingin intens melukis. "Tidak tahu kenapa, tiba-tiba saja waktu itu saya ingin melukis," jelasnya. Inilah yang menjadi titik keseriusannya dalam melukis. Baginya melukis menjadi semacam penyegaran di tengah rutinitasnya di bidang teknik.
Sri Harto mengaku tidak pernah belajar melukis secara formal, hanya saja ia sering menonton pameran lukisan yang acap kali digelar. Dari situ ia mengaku belajar. "Saya bisa menikmati lukisan-lukisan dari semua pelukis," jawabnya ketika ditanya mengenai siapa pelukis favoritnya. Untuk kedepannya, ia masih akan terus mengembangkan kemapuannya dalam melukis, tapi
tidak juga meninggalkan profesinya yang juga sebagai pakar teknik air. Ia masih ingin bisa terus menggali dan mengeksplorasi kemampuannya agar bisa menemukan karakteristik dalam lukisannya. (opi)
|