Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

jogja dan semua tentang yogyakarta Halaman Utama | Profil | Kontak
Search :
  Beriklan | Peta Situs
jogja dan semua tentang yogyakarta
jogja dan semua tentang yogyakarta
Jelajah Trulyjogja.com
Wisata  
Wisata kuliner  
Oleh - oleh  
Sosial Budaya  
Universitaria  
Komunitas  
Berita dan Hiburan  
Everyday Life  
Transportasi  
Agenda  
Luar Jogja  
Kolom Komunitas  
Info Extra  
Indie Corner  
Akomodasi  
Media  
Layanan Publik  
Peta Jogja  
Iklan  
Photogallery  
Zodiak  
Forum  
Tips  
 
Index Berita  
 



Layanan Publik
 RS Sarjito 0274 - 587333 
 Polsekta Wirobrajan 0274 - 374832 
 Polsekta Umbul Harjo 0274 - 373916 
 Polsek Depok, Sleman 0274 - 566488 
 RS PKU Muhammadiyah YK 0274 - 512653 
 RS Panti Rapih 0274 - 563333 
 RS Mata Dr.Yap 0274 - 562054 
 RS Bethesda 0274 - 562246 
 SAR DIY 0274 - 562 811 
 Polda DIY 0274 - 563494 
Kalender Agenda
September
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30


Agenda Rutin
Everyday Life
Orang Jawa yang Beruntung
"Kemarin pas mau ketemu klien, ban motorku ndadak bocor. Padahal udah ampir telat. Untung aja bocornya nggak jauh dari tukang tambal ban," ujar Tono.

more ]

 
 Ketika hujan dan hawa terasa dingin, Anda lebih suka menyantap...
  
  
  
  
  


 
Perkembangan Teknologi Sesuaikan Budaya Masyarakat
23/08/2006 16:50

Kurun waktu ilmu pengetahuan untuk berkembang dan terus melakukan dinamisasi lebih lama daripada umur manusia. Hal tersebut diungkapkan Dr. Hari Purwanto, Deputi Ristek Kementrian Ristek RI, pada acara Workshop Roadmap Penelitian Berbasis Program Studi, yang rencananya diselenggarakan selama 2 hari, pada hari Rabu-Kamis, 23-24 Agustus 2006, pukul 08.30 WIB, di Mini Theatre Gedung D, Kampus Terpadu UMY.

Untuk ilmu pengetahuan yang dipadu dengan teknologi sebagai penyesuaian diri terhadap perkembangan jaman, pada dasarnya harus tetap mencapai tiga hal, yaitu academic excelent, economic/values, dan manfaat sosial. "Tetapi tentu saja ketiga hal tersebut juga harus tetap mengacu pada perkembangan iptek yang diimbangi dengan nilai-nilai agama agar tidak salah kaprah," jelasnya.

Menurut Hari, jika dilihat dari kurun waktu satu tahun ini, perkembangan iptek di dalam negeri mengalami kemunduran. Ditambah lagi dengan dukungan pemerintah yang sangat kurang. Dicontohkannya dengan perbandingan 'modal' yang disediakan untuk pengembangan iptek tersebut. Pemerintah Indonesia hanya menyediakan 0,03% dari APBN yang disediakan. Berbeda dengan negara tetangga Malaysia yang menyediakan sekitar 45% dari APBN yang mereka miliki, apalagi Singapura yang menyediakan 50%.

"Pengembangan teknologi di Indonesia tampaknya harus menyesuaikan juga dengan kebudayaan dan kebiasaan yang dimiliki oleh masyarakat. Jadi istilahnya teknologi yang tercipta bisa mengangkat ketradisionalan Indonesia," katanya.

Namun, dikatakan pula bahwa kebiasaan jelek masyarakat Indonesia sedikit banyak akan mempengaruhi perkembangan iptek di Indonesia. Seperti disebutkannya, penyediaan teknologi seperti internet di Indonesia mewabah karena hanya digunakan sebagai layaknya 'mainan baru' seperti chatting dan akses bahan hiburan lainnya. Sangat sedikit para pengguna jasa internet yang menggunakannya untuk kebutuhan penelitian dan usaha untuk menciptakan inovasi baru dalam berteknologi. "Apalagi menciptakan teknologi yang bermanfaat sosial dan bernilai komersialisasi, masih sangat jarang di Indonesia," ujarnya.

Satu hal yang secara sederhana ditambahkan Heri, "Nira, tumbuhan yang banyak terdapat di Indonesia yang sebenarnya bisa diolah dan dimanfaatkan untuk bahan bakar energi roda empat, malah digunakan kebanyakan orang di Indonesia sebagai alternatif lain minuman keras." Ini pulalah yang menyebabkan mengapa harga 'barang' iptek di Indonesia masih melambung.

"Jika saja banyak yang mau berusaha dan mau berfikir untuk melakukan penelitian baik dari bidang akademisi atau bukan sembari menghilangkan budaya hanya ingin menikmati daripada menciptakan, harga 'barang' iptek tersebut mungkin bisa ditekan karena kita bisa memproduksi sendiri. Melihat seperti ini, mungkin masih pantas jika kembali dipertanyakan siapkah bangsa kita untuk maju di bidang iptek?" ungkapnya.

 

 
Berita Terkait :

Prodi Ilmu Ekonomi FE UMY Raih Akreditasi B
UMY Fasiliasi Info Lapangan Pekerjaan Melalui SMS
Archtectural Institute of Japan Kunjungi UMY
Komakom UMY Gelar "Lokal Abis..."
Pekan Olah Raga dan Seni UMY
Peresmian Gedung Kedokteran Gigi UMY
Peaching Iklan, Parade Iklan UMY
Silaturahmi dan Munas Ke-3 KAUMY, Think Globally and Act Locally
Seminar Internasional Di UMY
Tingkatkan Ketrampilan Hukum: UMY Jalin Kerjasama Dengan STIH Muhammadiyah Kota Bumi Lampung
Indahnya Ramadhan di UMY
Music Holic Engineering Madness 2005
Jambore Teknik UMY 2005
Pelatihan Menghadapi Dunia Kerja di UMY
Workshop Pengembangan Diri di UMY
Pelatihan Guru Agama se-Gunung Kidul
Keutamaan Menuntut Ilmu
Open Recruitment PT. Bukaka di UMY
Ustadz Ja'far Umar Thalib di UMY
Executive Development Program di UMY
Dongeng dari UMY
 
Copyright © 2005 trulyjogja.com .
No part of this content or the data or the image or information included therein may be reproduced, republished or redistributed without the prior written permission of TrulyJogja.com

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat