Jogja Mural Forum, Manusiawikan Tembok Kota 05/05/2006 12:41
Menggambar di tembok biasanya diidentikkan dengan tindakan ilegal ataupun tindakan yang merusak. Namun hal ini tidak berlaku bagi Jogja Mural Forum, komunitas orang-orang yang berminat untuk membangun kota Jogja melalui seni menggambar tembok atau biasa disebut mural.
Jogja Mural Forum yang baru saja berdiri pada bulan April 2006 ini sebenarnya merupakan kumpulan "orang-orang lama" yang berkecimpung di bidang seni mural. Sebut saja Samuel Indratma yang sebelumnya aktif dengan Apotik Komik. Mereka secara tidak sengaja bertemu di jalan ketika sedang membuat mural. Berawal dari pertemuan, lalu berkembang menjadi obrolan dan pada akhirnya mencetuskan nama Jogja Mural Forum. Meski sudah memiliki nama resmi, komunitas ini belum sempat disosialisasikan ke masyarakat umum.
Mural yang mereka lakukan hampir semuanya telah melewati regulasi yang jelas sehingga bukan tindakan yang ilegal. Beberapa ketentuan memang harus mereka penuhi agar mural tersebut menjadi kegiatan yang tidak dilarang. Seorang seniman mural tidak diperkenankan memural bangunan yang berhubungan dengan cagar budaya dan harus ada kesepakatan dengan pemiliki bangunan. Kegiatan mural tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk memanusiawikan kota, dengan arti kata lain tembok dapat dijadikan media komunikasi, baik berupa isu-isu sosial ataupun sebagai penanda daerah. Selain itu juga mencoba untuk mempercantik kota dengan warna-warni lukisan mereka.
Tidak hanya orang-orang yang telah lama berkecimpung di dalam dunia mural saja yang boleh menjadi anggota komunitas ini, siapa saja bisa ikut ambil bagian didalamnya. Meskipun sifatnya terbuka, komunitas ini berharap bahwa orang-orang yang nantinya menjadi bagian dari komunitas ini bisa berpikir produktif. Tidak sekedar berkumpul. Berpikir produktif ini bisa dimulai dengan hal-hal yang sifatnya berbagi ilmu hingga ke perencanaan kegiatan dan pelaksanaan kegiatan.
Kegiatan-kegiatan yang rutin mereka lakukan saat ini adalah Rabu Mural, sebutan untuk hari di mana anggota-anggota komunitas berkumpul pada hari Rabu pukul 15.00 WIB di Pogung. Selain itu, mereka telah menghasilkan sebuah karya yang terletak di Jl. Prof. Yohannes. Karya ini merupakan hasil kerjasama Jogja Mural Forum bersama seniman Amerika yang bernama Megan Wilson. Karya yang mengandung unsur kritik terhadap salah satu negara inilah yang merupakan penanda awal berdirinya Jogja Mural Forum. Rencana ke depannya, mereka akan bekerjasama dengan Pusat Studi Asia Pasifik untuk membuat acara Simposium Mural Asia Pasifik. Acara yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan September tersebut rencananya juga sebagai perayaan HUT Jogja yang ke-250.
Mural sebagai sebuah karya seni selayaknya mendapatkan dukungan penuh dalam mewujudkan Jogja sebagai kota seni dan budaya, serta dalam usaha mempercantik kota dan memajukan kota Jogja. Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Samuel (0818-0274-266), atau email paksamuel@yahoo.com. (dit) |